Menjaga Kehalalan dan Thayyib Makanan: Kunci Kesehatan dan Keberkahan

By: Hanifa Agrivena

Assalâmu ‘alaikum warahmatullâh wabarakâtuh,

Hallo teman-teman

Ini adalah berupa tulisan singkat yang akan memberikan sedikit informasi tentang makanan yang sehat dan halal

Pernahkah kita benar-benar memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita setiap hari?"

Setiap makanan yang kita konsumsi bukan hanya memberi energi, tetapi juga berdampak pada hati dan jiwa. Makanan halal yang dalam persiapannya bersih akan dapat mengurangi resiko tejadinya penyakit atau diare terhadap makanan. Seringkali makanan halal memakai bahan yang lebih alami, hal ini kana berpotensi memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. 

Tahukah kamu kita perlu mempelajari kriteria dari makanan apakah makanan tersebut halal atau  dapat dikonsumsi atau tidak? Ada beberapa menurut pandangan ulama, menurut fuqaha kehalalan makanan dapat dilihar tadi dua aspek yaitu:

1. Kehalalan dari segi zat yang terkandung 

2. Dan kehalalan dari segi perolehannya 

Maka, sebagai seorang Muslim, udah semestinya kita menjaga agar setiap makanan yang masuk ke tubuh kita halal dan thayyib—halal dari segi hukum, dan baik dari segi manfaat serta kebersihannya.

______________

📖 Dasar Syariat: Seruan Allah untuk Memakan yang Halal

Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ berfirman:

"Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu dan janganlah kamu melampaui batas padanya."

(Surah Al-Mâ’idah: 88)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa kehalalan dan kebaikan makanan adalah syarat utama keberkahan dalam hidup. Makanan yang halal memberi ketenangan batin, sementara makanan yang thayyib memberi manfaat lahir.

______________

🍎 Mengapa Halal dan Thayyib Penting?

✅ Kesehatan Jasmani:

Makanan thayyib adalah makanan yang bersih, alami, bergizi, dan tidak membahayakan tubuh. Ini termasuk menghindari bahan kimia berlebihan, pewarna buatan, atau pengawet berbahaya.

✅ Kesehatan Rohani:

Harta dan makanan haram bisa mengeraskan hati dan menjauhkan doa dari terkabul. Makanan halal membawa keberkahan dan mendekatkan diri pada Allah.

______________

🧠 Perspektif Ilmiah dan Tafsir

Beberapa penelitian ilmiah dan tafsir kontemporer mengkaji konsep makanan halal dan thayyib dari berbagai sudut pandang:

Tafsir Al-Misbah yang menjelaskan tentang  makanan halal dan thayyib tidak hanya memenuhi aspek hukum, tetapi juga kualitas, kebersihan, dan manfaatnya bagi tubuh dan jiwa. Mengonsumsi makanan yang halal dan baik dianggap penting untuk kesejahteraan jasmani, rohani, dan meraih keberkahan hidup sesuai ajaran Islam.

Penelitian oleh Sri Mulyati, Achmad Abubakar, dan Hasyim Hadade menjelaskan bahwa makanan halal adalah makanan yang diterima untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan siksa, sementara thayyib berarti baik, suci, bergizi, proporsional, dan aman. 



🥗 Tips Memilih Makanan Halal dan Thayyib

1. Periksa label halal resmi (MUI atau lembaga terpercaya lainnya).

2. Pilih bahan segar dan organik: Sayuran, buah, daging, dan ikan dari sumber terpercaya.

3. Hindari makanan syubhat: Jika ragu tentang kehalalan suatu bahan, lebih baik tinggalkan.

4. Utamakan teknik masak sehat: Kukus, rebus, atau panggang, dibandingkan menggoreng dengan minyak banyak.

5. Jaga kebersihan dan sanitasi dapur: Karena makanan bersih membawa manfaat maksimal.

Semoga Allah Subhânahu wa Ta‘âlâ membimbing kita dalam memilih makanan yang halal lagi baik, serta menjauhkan kita dari yang haram dan meragukan. Karena dari makanan yang bersih dan halal, akan tumbuh pribadi yang kuat, sehat, dan berakhlak mulia.


📌 Yuk mulai hari ini lebih teliti memilih makanan—karena hidup yang penuh berkah berawal dari apa yang kita makan.




Referance: 

Adila, N. A., & Filsahani, N. K. (2023). Manfaat Mengonsumsi Makanan dan Minuman Halal bagi Kesehatan tubuh. Islamic Education, 1(4), 720-730.

Mulyati, S., Abubakar, A., & Hadade, H. (2023). Makanan Halal dan Tayyib dalam Perspektif Al-Quran. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(1), 23-33.

Lubis, A. (2024). Konsep Halan Thayyiban Terhadap Kehidupan Manusia Dalam Tafsir Al-Misbah (M. Quraish Shihab) (Doctoral dissertation, UIN Sumatera Utara Medan).

Comments

Popular posts from this blog

ISI PIRINGKU: PANDUAN MAKAN SEHAT YANG GAUL, BERKAH, DAN PAS!

GIZI DAN IMAN: JANGAN CUMAN KENYANG, TAPI SEHAT DAN BERNILAI IBADAH