Makanan Sehat, Ibadah Kuat: Gizi dalam Tinjauan Islam

By: Gita Anisafitri Fadillah

Di zaman modern ini, banyak orang mengalami berbagai penyakit yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini, salah satunya dengan memperhatikan pola makan dan gizi seimbang. Dalam Islam, menjaga kesehatan melalui makanan yang baik adalah bagian dari ibadah dan amanah yang harus dijaga.

Gizi Seimbang dalam Perspektif Islam

Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Salah satunya adalah perintah untuk menjaga tubuh dengan makanan yang halal dan thayyib (baik). Pemahaman konsep halal pada makanan dan minuman dijelaskan secara komprehensif maka maksud makanan dan minuman halal mencerminkan kebaikan (thayyib) pada setiap aspek lain seperti sehat, bersih, higienis, dan benar secara moral.

Allah berfirman:

 “Hai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik…” (QS. Al-Baqarah: 168).

Kesehatan jasmani sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang kita konsumsi. Makanan yang Bergizi memberikan energi dan nutrisi yang diperlukan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa makanan yang kita pilih bersih dan aman untuk dikonsumsi, agar terhindar dari penyakit.

Manfaat Gizi Seimbang untuk Kehidupan Seorang Muslim:

1.     Menjaga kekuatan fisik untuk ibadah.

2.     Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas.

3.     Menghindari penyakit akibat pola makan buruk.

Makanan Tidak Sehat Bisa Merusak Ibadah

Ibadah memerlukan kekuatan fisik dan mental yang baik. Shalat butuh kekhusyukan, puasa butuh energi, dan ibadah lainnya menuntut tubuh yang sehat. Sayangnya, banyak orang mengabaikan pentingnya makanan yang dikonsumsi. Makanan cepat saji, tinggi gula, lemak trans, dan zat aditif bisa merusak kesehatan secara perlahan. Ketika tubuh tidak sehat, seseorang mudah lelah, sulit fokus, bahkan bisa jatuh sakit. Ini tentu mengganggu ibadah. Misalnya, sulit berdiri lama dalam shalat, tidak sanggup menahan lapar saat puasa, atau kehilangan semangat untuk tilawah dan berdzikir. Mari kita Makan makanan halal dan thayyib, menjaga porsi makan dan kebersihan, mengonsumsi gizi seimbang, dan menjaga kesehatan untuk ibadah dan berbagi.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih peduli terhadap gizi dalam kehidupan sehari-hari, demi kebaikan dunia dan akhirat, dan kita menjadi hamba Allah yang tidak hanya kuat imannya, tetapi juga kuat fisik dan mentalnya karena pola makan yang baik. Dengan makanan sehat, kita menjadi lebih kuat dalam beribadah dan lebih bermanfaat bagi sesama.

 

Referensi:

Syafitri, M. N., Salsabila, R., & Latifah, F. N. (2022). Urgensi sertifikasi halal food dalam tinjauan etika bisnis Islam. Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ekonomi Islam10(1), 16-42. DOI: https://doi.org/10.37812/aliqtishod

Faukonuri, I. (2021). Tinjauan Hukum Islam tentang Makanan yang Dilapisi Emas (Bachelor's thesis, Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

 

  

Comments

Popular posts from this blog

ISI PIRINGKU: PANDUAN MAKAN SEHAT YANG GAUL, BERKAH, DAN PAS!

Menjaga Kehalalan dan Thayyib Makanan: Kunci Kesehatan dan Keberkahan

GIZI DAN IMAN: JANGAN CUMAN KENYANG, TAPI SEHAT DAN BERNILAI IBADAH